"Sekolah masih tetep gembel, kalau masih bayar". saya mengutip perkataan seseorang yang sering membantu biaya pendidikan anak-anak sekolah. Apatis mahasiswa bisa saja dari faktor biaya kuliah, susah untuk bayar biaya kuliah akhirnya memutuskan nyambi kerja. Rutinitas jadi cuma gitu-gitu aja kuliah, pulang & kerja. Karena ga ada pilihan lain, saya yakin mereka punya niat untuk aktif di ormawa, mengimplementasikan 'agent of change' atau tridharma perguruan tinggi. Entah sekedar ikut-ikutan atau jadi koboy, ya itu sih 'mahasiswawi'. Tapi sulit menemukan toleransi hutang-hutang spp dan orentasi perguruan tinggi mengarah ke bisnis perusahaan. Lowongan kerja pun rata-rata standarnya harus jenjang Strata 1 (S1) dengan IPK minimal 3,00. Dan parahnya pemerintah menawarkan "Kredit Pendidikan" yang diadopsi dan gagal di amerika. Belum lagi bunga yang dikenakan dan ijazah ditahan karena hutang. Solusi yang seharusnya di keluarkan pemerintah adalah...